Bunda Maria Air Mata dari Syracuse

Bunda Maria Air Mata dari Syracuse

Eropa · Italia

Apa yang telah terjadi

Di Syracuse, Sisilia, antara tanggal 29 Agustus dan 1 September 1953, sebuah relief plester sederhana Bunda Maria—hadiah pernikahan untuk pasangan muda Angelo dan Antonina Iannuso—mulai menangis di rumah sederhana pasangan tersebut. Fenomena ini, yang diamati selama beberapa hari, menarik banyak orang dan mengguncang seluruh kota. Ini bukanlah penampakan dalam arti sebenarnya, karena tidak ada catatan tentang penglihatan Bunda Maria atau ucapan, melainkan sebuah keajaiban tangisan yang terkait dengan sebuah gambar, yang dikenal sebagai Air Mata Syracuse. Patung yang menangis tersebut secara tradisional diidentifikasi sebagai Madonna delle Lacrime (Madonna Air Mata).

Pesan dari Perawan Maria

Karena itu adalah tangisan sebuah gambar dan bukan penampakan yang berbicara, tidak ada pesan verbal yang tercatat. Makna yang ditafsirkan oleh devosi dalam air mata ini adalah belas kasihan Maria kepada orang berdosa dan seruannya untuk pertobatan dan doa, yang berkesinambungan dengan manifestasi kesedihan Maria lainnya; makna ini termasuk dalam interpretasi devosi terhadap peristiwa tersebut. Kekuatan tanda itu terletak justru pada keheningannya yang fasih: seorang ibu menangis di hadapan umatnya.

Tempat suci saat ini

Devosi kepada Bunda Maria yang Menangis dihormati di Syracuse, di mana sebuah gereja modern yang besar didirikan untuk mengenang peristiwa tersebut, yang sekarang dikenal sebagai Tempat Suci Bunda Maria yang Menangis, yang telah diangkat ke martabat basilika kecil. Tempat suci ini menyambut para peziarah yang datang untuk menghormati gambar tersebut dan mempercayakan kesedihan mereka kepada Perawan Maria; rincian spesifik tentang jumlah pengunjung saat ini tidak termasuk dalam dokumentasi terverifikasi yang tersedia bagi kami.

Pengakuan Gereja

Unsur yang paling berkontribusi pada pemahaman tersebut adalah pemeriksaan cairan: air mata yang dikumpulkan dari gambar tersebut dianalisis secara kimia dan mikroskopis, dan hasilnya menunjukkan bahwa cairan tersebut memiliki komposisi yang sesuai dengan air mata manusia. Atas dasar itu, keuskupan Sisilia mengeluarkan deklarasi bulat pada tahun 1953 yang mengakui bahwa realitas peristiwa tersebut tidak dapat diragukan. Terdapat juga catatan penilaian positif oleh Pius XII mengenai kasus tersebut, yang direkam dalam pesan radio pada tanggal 17 Oktober 1954; teks lengkap kata-katanya tidak ditemukan dalam sumber yang terverifikasi, sehingga cukup dikatakan bahwa Paus secara positif menyetujui peristiwa tersebut dalam pernyataan publik selanjutnya.

Sebuah anugerah yang menyentuh hati.

Fakta paling khas tentang Syracuse adalah analisis cairan tersebut: pemeriksaan menyimpulkan bahwa air mata itu memiliki komposisi air mata manusia, sebuah fakta yang dapat diverifikasi yang sangat mengesankan opini publik dan mengamankan pengakuan yang baik dari keuskupan. Kesederhanaan asal-usulnya juga mengharukan: sebuah lukisan plester yang sangat sederhana, hadiah pernikahan untuk pasangan biasa, menjadi pusat pengabdian yang luar biasa bagi seluruh kota. Transformasi benda rumah tangga biasa menjadi fokus ziarah ini dibuktikan dengan baik oleh air mancur di tempat suci tersebut.

Kaitan dengan Rosario

Air mata Maria mengajak kita untuk menghibur Hati-Nya dengan doa. Berdoa Rosario di hadapan Madonna delle Lacrime berarti menanggapi air mata itu dengan pertobatan dan permohonan bagi para pendosa, yang sering kali diminta oleh Perawan Maria, membiarkan setiap misteri dengan penuh kasih mengeringkan air mata Sang Bunda.

Bunga untuk Perawan Maria

Ucapkan Doa Salam Maria.

Berdoa
🌹Anekdot MariaTemukan mereka