Bunda Maria dari Lourdes
Eropa · Prancis
Apa yang telah terjadi
Antara tanggal 11 Februari dan 16 Juli 1858, Bernadette Soubirous, seorang gadis berusia 14 tahun, mengaku telah melihat delapan belas penampakan "seorang Wanita" di gua Massabielle, di luar Lourdes, di keuskupan Tarbes. Ia menggambarkannya mengenakan pakaian putih, dengan selempang biru dan kerudung putih, mawar kuning di setiap kakinya, dan berdoa Rosario di sampingnya. Pada tanggal 25 Maret, Wanita itu mengungkapkan namanya dalam dialek Béarnais: "Aku adalah Perawan Maria yang Dikandung Tanpa Noda," sebuah ungkapan yang kedalaman teologisnya tidak dipahami oleh gadis muda itu, karena dogma tersebut baru didefinisikan pada tahun 1854. Mentaati permintaan Wanita itu untuk minum dan mandi di mata air, Bernadette menggali di lantai gua, dan sebuah mata air menyembur keluar yang terus mengalir hingga hari ini.
Pesan dari Perawan Maria
Bunda Maria meminta "pertobatan, pertobatan, pertobatan" dan doa untuk para pendosa. Ia menemani Bernadette dalam berdoa Rosario, mengoperkan butir-butir rosario dalam diam kecuali untuk bagian Kemuliaan. Pengakuan dirinya sebagai Perawan Maria Tak Bernoda menggarisbawahi dogma Maria yang diproklamasikan beberapa tahun sebelumnya, dan air dari mata air tersebut, yang dikaitkan dengan ketaatan sang peramal, tetap menjadi tanda penyucian batin dan, dalam beberapa kasus, penyembuhan fisik.
Tempat suci saat ini
Tempat Suci Bunda Maria Lourdes terdiri dari gua Massabielle, basilika Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda, Bunda Maria Rosario, dan Santo Pius X, serta kompleks pengunjung yang besar. Tempat ini dianggap sebagai salah satu situs ziarah utama di dunia, menarik sekitar enam juta peziarah setiap tahunnya, menurut pihak pengelola tempat suci itu sendiri. Biro Konfirmasi Medis (Bureau des Constatations Médicales) telah berlokasi di sana sejak tahun 1905, dan Komite Medis Internasional Lourdes secara ilmiah mengevaluasi kesembuhan yang dikaitkan dengan peristiwa tersebut.
Pengakuan Gereja
Menindaklanjuti komisi keuskupan, Uskup Tarbes, Monsignor Laurence, menyatakan dalam surat pastoralnya tahun 1862 bahwa Perawan Maria yang Tak Bernoda memang telah menampakkan diri kepada Bernadette, dan mengizinkan penghormatannya. Oleh karena itu, ini adalah penampakan dengan makna supranatural yang diakui oleh uskup setempat, mendahului Norma-norma Dikasteri untuk Doktrin Iman tahun 2024, yang saat ini umumnya akan memberikan penilaian nihil obstat (tidak ada yang dapat diganggu gugat).
Sebuah anugerah yang menyentuh hati.
Pada tahun 2018, Gereja telah mengakui tujuh puluh penyembuhan ajaib dari sekitar tujuh ribu kasus yang dilaporkan, setelah penyelidikan medis yang ketat. Kasus terbaru adalah Suster Bernadette Moriau, seorang wanita Prancis yang telah menggunakan kursi roda selama 42 tahun karena kondisi neurologis yang parah. Setelah pemberkatan orang sakit pada tahun 2008, ia berdiri dan berjalan, dan penyembuhannya secara resmi diakui sebagai mukjizat ke-70 Lourdes pada tahun 2018.
Kaitan dengan Rosario
Bunda Maria menampakkan diri sambil berdoa Rosario, dan tempat suci ini memiliki salah satu basilika yang didedikasikan untuknya. Lourdes mengajarkan bahwa Rosario adalah jalan pertobatan dan perubahan hati nurani, sebuah doa sederhana di mana Maria menemani jiwa seperti ia menemani Bernadette di gua.
