Doa adalah sebuah pertempuran.
Mengapa berdoa itu sulit, dan mengapa justru karena alasan itulah kita tidak boleh menyerah.
Basta que nos decidamos a rezar para que se nos crucen por la cabeza mil cosas pendientes, el desgano y la pregunta de para qué rezamos. No es casualidad ni es un defecto nuestro sin remedio: la oración es un combate. Y conviene saberlo, porque quien lo entiende ya no se rinde cuando llega la desgana.
Por qué cuesta tanto rezar
Saat kita memutuskan untuk berdoa, pikiran tentang tugas-tugas yang belum selesai, rasa lesu, dan pertanyaan tentang mengapa kita berdoa terlintas di benak kita.
Wajar jika kita merasa sulit untuk berdoa, karena doa adalah sebuah pertempuran, melawan kekuatan jahat, tetapi juga melawan diri kita sendiri.
Jiwa yang berdoa akan jatuh ke tangan iblis.
Bunda Maria telah mengatakan dalam banyak pesan bahwa jika kita benar-benar menyadari semua rahmat dan karunia dari segala jenis yang kita terima saat kita berdoa, kita tidak akan pernah berhenti berdoa sedetik pun. Kita harus mengetahui hal ini dan selalu mengingatnya, karena ada seseorang yang juga mengetahuinya: iblis. Dan itulah sebabnya ia akan melakukan segala yang mungkin untuk menjauhkan kita dari doa, karena ia tahu bahwa jiwa yang berdoa akan hilang darinya.
Jangan biarkan dirimu hanya dipandu oleh keinginan.
Jadi, janganlah kita hanya dipandu oleh keinginan kita. Jika saya merasa ingin berdoa, biarlah; tetapi jika saya lesu dan tidak merasa ingin berdoa, mari kita tetap mencoba berdoa, meskipun hanya dengan doa-doa singkat, atau dengan mengatakan kepada Tuhan bahwa kita mengasihi-Nya, memuji Tuhan, dan mengangkat hati kita ke Surga.
Dan jika kita tekun berdoa, bahkan ketika kita tidak merasa ingin berdoa, Tuhan akan memberi kita pahala yang besar, dan akan memberi kita pahala atas pengorbanan yang kita lakukan untuk berdoa, dan bahkan akan memberi kita penghiburan dan keinginan untuk tekun berdoa.
Doa, pertama-tama
Jangan pernah kita lupakan bahwa doa adalah sebuah peperangan, dan kita harus memprioritaskannya dalam hidup kita, dalam kehidupan sehari-hari kita. Karena keselamatan kita bergantung pada doa, demikian pula keberhasilan hidup kita, perlindungan orang-orang yang kita cintai, pembebasan negara kita dari berbagai kejahatan, dan begitu banyak anugerah lain yang diberikan Tuhan melalui doa.
Lebih dahsyat daripada bom atom
Bunda Maria juga pernah berkata bahwa doa lebih dahsyat daripada reaksi berantai yang dihasilkan oleh bom atom. Artinya, doa kita menghasilkan gelombang yang mencapai ujung bumi, ke Purgatorium, dan ke seluruh alam semesta.
🙏 No dejes la oración
No dejemos la oración. Recemos, aunque no lo sintamos. Oremos, aunque no tengamos ganas. Que el premio que nos está reservado es la paz y el bienestar en este mundo, y en el más allá la Felicidad eterna.
Reflexión sobre el combate de la oración. La cita doctrinal procede del Catecismo de la Iglesia Católica (n.º 2725, «El combate de la oración»). Las referencias a los mensajes marianos pertenecen a la tradición devocional y no sustituyen la doctrina de la Iglesia.
